Malala: Book Preview (2)

Kutemukan karakter tulisan Malala setelah kucapai halaman 100: puitis, jujur, dan penuh makna.

Pribadi Malala belum kutemukan secara sempurna.

Saat paling deg kutemukan pada halaman awal.

Malala menuju sekolah. Pada tanggal 9 Oktober, dengan menaiki bis sekolah, seorang Talib bertanya: “Who is Malala?.” Dan peluru berdesing seketika.

Preview yang lebih profesional bisa dilihat di sini. (Tapi tolong tetap ikuti book previewku, ya.😋)

Malala, the girls who stood up for education akan dibahas selanjutnya!. Stay tune, yaa..

Hadiah buat para pembaca setia adalah: foto cover I Am Malala!.

Foto cover I Am Malala yang saya dapatkan.

Foto cover I Am Malala yang saya dapatkan

نور بیا—

To be continued..

Malala: Book Preview

COP 24 di Katowice, Polandia, usai sudah. Anton Septian, pamanku, meliput disana. Ada buah tangan tentunya.

Aku tak minta banyak-banyak. Hanya sebuah novel berbahasa Inggris atau Polandia. Permintaan novel dengan Bahasa Poland ditolak. “Nggak akan bisa baca.” Aku pasrah dan berharap permintaan novel bahasa Inggrisku dipenuhi.

“Ya deh.”

Maka, sepulang dari Polandia dan transit di Qatar, kusambut plastik oleh-olehnya pamanku. Berat juga. Isinya: pernak-pernik UNFCC -macam pulpen dan tas-, empat bungkus cokelat dari Qatar, dan sebuah buku tebal!.

Bukunya bersampul emas. Sebuah wajah perempuan berwajah Pakistan muncul dari sudut sampul. Terpampang judulnya: I Am Malala.

Tatapanku terpancang pada sebaris tulisan mini: Winner of the Nobel Peace Prize.

—to be continued.

Nb: Foto sampul sengaja belum dipublikasikan biar kalian penasaran 😆.

Dream.

Dream.

There are millions of dreamers. God knows, hears, but doesn’t say yes to everything. Only those who work hard. Only those who are serious, not just dreaming.
Still, there is something that makes dreamers bow to their knees. Make them give up. Make them shed tears.

His name is reality. Nothing can kill reality. No.

But dreamers, keep dreaming by trying. Do not give up easily. Rest assured that God will realize the dreams of those who have worked hard.
Be assured.

Continue reading “Dream.”

Keajaiban: Buatlah Hidupmu Bermakna!.

Tak terhitung kabar yang datang tentang orang-orang yang bunuh diri. Macam-macam caranya. Tetapi, mereka bunuh diri karena satu: putus asa.

Pernahkah Anda merasakan yang namanya putus asa?. Tapi Anda masih hadir membaca tulisan saya. Ada banyak putus asa di dunia ini. Orang yang bunuh diri memiliki sebuah putus asa yang luar biasa besar: putus asa untuk hidup. Mereka enggan lagi berpijak di dunia ini. Tanya mereka, “Untuk apa hidup?. Toh bumi tetap berputar tanpa kami.” Jadi, mereka merasa tak berharga dan hidup mereka dirasa tak bermakna.

Continue reading “Keajaiban: Buatlah Hidupmu Bermakna!.”

Syukur #1

Aku adalah seorang Mahasiswi tingkat akhir di Universitas Rhein Westfallen Aachen, Jerman, Tempat Pak Habibie pernah menempa diri.
Tugas dari dosen selalu menumpuk. Sayang, aku juga seorang mahasiswi berprestasi di kelas. Aku selalu diharapkan jadi yang terbaik.

Akhirnya waktu pulang tiba.
Hujan. Hujan selalu indah di Aachen. Tapi aku mengeluh. Hujan membuatku tak bisa pulang ke rumah. Aku masuk kembali ke dalam universitas.

Kulongok kelas yang kukira masih belajar. Hanya ada seorang mahasiswa didalamnya.

Continue reading “Syukur #1”

The Journey Starts From Here

Hi, Bloggers.

After all this time my writing only became a useless pile on my laptop, I got a suggestion to make the garbage mean. I started from here. I don’t expect much, I don’t care about the number of my followers (though a little hope). I wrote so that the happiness in me was awake. I also hope that my spirit of writing will continue to flare up.

I hope you like it!

NztGts

((Hope somebody visits my blog))

pos

Create your website at WordPress.com
Get started